KOMPAS.com - Media sosial Twitter diramaikan dengan donasi pendidikan untuk Novi, anak tukang bubur yang ingin kuliah di Turki. Gue iseng search tentang universitas tujuan si Novi ini. Really i dont get it pic.twitter.com/j11yIFS9Cm — Ken (@alilastronaut) November 5, 2019Mereka pun mempertanyakan tujuan Novi untuk kuliah di Turki. Menanggapi hal itu, sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono menganggap bahwa warganet harusnya mengarahkan. Menurutnya, orang-orang yang tahu tentang itu memiliki kewajiban untuk memberitahu Novi.
Source: Kompas November 05, 2019 23:26 UTC