REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran dilaporkan turut dipicu janji badan intelijen Israel Mossad untuk memicu pemberontakan rakyat yang akan menggulingkan rezim. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu geram karena ternyata rencana itu kembali gagal seperti percobaan lewat unjuk rasa pada 2025. Laporan di the New York Times, yang diterbitkan pada Ahad dan mengutip pejabat intelijen AS dan Israel, mengatakan bahwa Netanyahu membahas rencana tersebut ketika membujuk Presiden AS Donald Trump untuk berperang melawan Iran. Pembunuhan terhadap sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, juga tak kunjung memicu penggulingan rezim. Para pejabat Israel masih menaruh harapan akan pergantian rezim, namun fakta bahwa pemberontakan belum terjadi membuat Netanyahu kecewa, menurut Times.
Source: Republika March 24, 2026 08:30 UTC