Krisis energi yang dipicu perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memaksa negara-negara Asia meningkatkan penggunaan batu bara, bahan bakar fosil yang paling kotor. Berbagai negara di Asia mulai dari Bangladesh sampai Korea Selatan (Korsel) mencoba menutupi turunnya pasokan energi impor dengan batu bara. Korsel mengatakan akan menunda penutupan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dan mencabut batasan penggunaan batu bara untuk jaringan listrik. India yang 75 persen listriknya dari batu bara juga meminta PLTU batu bara untuk beroperasi secara maksimal. “Dampak batu bara pada iklim dan kesehatan sangat menghancurkan dan mengerikan, dan kami sudah membuktikannya selama puluhan tahun, tentu batu bara tidak hanya memperburuk risiko iklim, tapi juga menghasilkan polusi dan racun,” katanya.
Source: Republika April 02, 2026 12:55 UTC