Para pendatang yang tinggal di kolong saluran pipa tersebut jumlahnya tak sedikit, karena hampir di semua celah sempit tiang penyangga pipa itu dipenuhi oleh para pendatang. “Orang-orang di situ tidak ada yang dibawa dikarenakan itu peringatan pertama, bahwa kalau bangunan berdiri lagi baru mereka dibawa,” ujarnya. Burhanudin mengatakan, warga yang tinggal di kolong tersebut ada sekitar 50 orang, yang secara keseluruhan merupakan pendatang. Menurut dia, saat melakukan pembongkaran tersebut tidak ada penghuni yang ditangkap, dan mereka juga tidak dirazia dalam bentuk fisik. Bahkan, baru-baru ini ditemukan ada warga yang membuat rumah di bawah kolong pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang melintas di atas Banjir Kanal Barat, Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Source: Republika August 02, 2016 12:56 UTC