Tak masalah menyambut Muharram dengan lebaran anak yatim. Lantas bagaimana awal mulanya dan apa yang mendasari anggapan bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari lebaran untuk anak yatim. Kiai Cholil memaparkan, keidentikkan bulan Muharram dengan lebaran anak yatim didasarkan pada sebuah hadis yang disebut dalam kitab Tanbighul Ghafiliin. "Penyebutan tanggal 10 Muharram sebagai lebaran anak yatim karena ada hadis yang disebutkan dalam kitab Tanbighul Ghafiliin. Jadi, lanjut Hasanuddin, sikap seorang Muslim terhadap bulan Muharram yang diidentikkan dengan lebaran anak yatim itu tidak masalah meski didasarkan pada hadis dhaif.
Source: Republika August 23, 2020 14:48 UTC