REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser mengatakan Islam telah menjadi bagian dari budaya Jerman. Hiperpolitisasi identitas perempuan muslim di mana tokoh politik dan media memperdebatkan hak mereka untuk berkarier dan inklusi sosial, melebar hingga ke rasisme anti muslim langsung dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai penanda identitas Muslim yang terlihat, ia dipandang sebagai antitesis terhadap budaya dan masyarakat Jerman. Jerman dan negara-negara barat lainnya memiliki prasangka yang tajam tentang bagaimana perempuan muslim diperlakukan dalam budaya dan agama mereka. Stereotip umum adalah bahwa perempuan muslim dari latar belakang migran cenderung tidak memasuki pasar kerja karena perbedaan budaya, seperti menjadi ibu rumah tangga dan membesarkan anak.
Source: Republika January 23, 2022 16:29 UTC