REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan, hanya sedikit tanah di Indonesia yang sudah terdaftar dan bersertifkat, bahkan hanya sebanyak 45 persen saja. "Kita akan melakukan pembenahan dengan mempercepat sertifikasi tanah," kata Sofyan saat melakukan jumpa pers di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Sabtu (24/9). Sofyan berharap pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar dan bersertifikat. Selanjutnya, pelaksanaan Reforma Agraria dengan total 9 juta hektare (ha) yang terdiri dari 0,6 juta ha tanah transmigrasi yang belum bersertifikat dan 3,9 juta ha tanah legalisasi aset masyakarat. Kemudian 0,4 juta ha tanah terlantar dan 4,1 juta ha tanah pelepasan kawasan hutan.
Source: Republika September 24, 2016 10:52 UTC