REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Manajemen Maxim Indonesia menanggapi viralnya video yang memperlihatkan cekcok antara seorang pengemudi Maxim dan mahasiswi rantau asal Pekalongan di Kabupaten Sleman, yang terjadi beberapa lalu. Tindakan yang dilakukan oleh pengemudi tersebut tidak mencerminkan nilai dan standar layanan Maxim serta bertentangan dengan hukum dan norma sosial yang berlaku. Terkait metode pembayaran yang menjadi pemicu perselisihan, Yuan menyampaikan bahwa pengguna memiliki keleluasaan dalam memilih metode pembayaran sesuai preferensi masing-masing. "Pengguna dapat memilih metode pembayaran di aplikasi Maxim sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka baik secara tunai maupun non-tunai. Sebelumnya, diberitakan video cekcok antara driver Maxim dan mahasiswi rantau tersebut viral di media sosial.
Source: Republika February 06, 2026 14:27 UTC