Melalui proyek ini, Indonesia diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp 52 triliun per tahun, seiring meningkatnya kapasitas produksi aluminium dan alumina dari dalam negeri. Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan, proyek Mempawah menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian industri aluminium nasional, mulai dari hulu hingga hilir. Di sisi lain, kebutuhan alumina sebagai bahan baku utama smelter aluminium nasional juga masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri. Proyek Mempawah juga didukung oleh cadangan dan sumber daya bauksit nasional yang melimpah. Saat smelter aluminium baru beroperasi penuh, cadangan devisa diperkirakan meningkat hingga 394 persen, dari sekitar Rp 11 triliun menjadi Rp 52 triliun per tahun.
Source: Republika February 06, 2026 15:39 UTC