REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Perdebatan soal perlu-tidaknya Teheran membuat bom nuklir dilaporkan semakin keras di antara kalangan elite garis keras di Iran. Saat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat ini mendominasi pengambilan keputusan terkait perang usai terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dua sumber Reuters menyebut, opini garis keras soal pendekatan nuklir Iran mengalami peningkatan. Selama ini, Teheran konsisten membantah tudingan Barat, bahwa Republik Islam ingin membuat bom nuklir karena menurut fatwa Khamenei, bom nuklir dilarang dalam Islam. Namun, menurut sumber Reuters, kalangan garis keras di level kepemimpinan Iran yang menginginkan adanya perubahan doktrin itu mulai berani bersuara. Isu bom nuklir yang sebelumnya tabu, saat ini mulai dibahas di media-media bersamaan dengan desakan agar Iran keluar dari perjanjian nonproliferasi (NPT).
Source: Republika March 27, 2026 02:54 UTC