REPUBLIKA.CO.ID,HANOI — Konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran memperlihatkan rapuhnya ketergantungan dunia pada jalur pasokan energi fosil. Krisis ini dinilai memperkuat urgensi percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan. Berbeda dengan krisis energi sebelumnya, kini energi terbarukan semakin kompetitif dibanding bahan bakar fosil. Badan Energi Terbarukan Internasional mencatat lebih dari 90 persen proyek energi terbarukan pada 2024 memiliki biaya lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil. Negara dengan porsi energi terbarukan lebih besar relatif lebih tahan terhadap gejolak, karena mengandalkan sumber domestik seperti matahari dan angin, bukan impor bahan bakar.
Source: Republika March 21, 2026 08:58 UTC