REPUBLIKA.CO.ID,HANOI — Negara-negara pendapatan rendah dan menengah menjadi pihak yang paling terdampak krisis energi yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran. Gangguan ini mengguncang pasar energi global, memicu lonjakan harga serta memberi tekanan besar pada negara-negara yang bergantung pada impor energi. Sejumlah negara yang sangat bergantung pada impor energi seperti Benin dan Zambia di Afrika, serta Bangladesh dan Thailand di Asia, berpotensi mengalami guncangan paling besar. “Masuk akal secara strategis bagi negara-negara Afrika untuk membangun ketahanan energi jangka panjang melalui investasi pada energi yang lebih bersih,” kata Kennedy Mbeva dari University of Cambridge, Jumat (20/3/2026)Namun, tidak semua negara memilih jalur energi terbarukan. Afrika Selatan, misalnya, mempertimbangkan pembangunan terminal impor LNG dan pembangkit listrik berbahan bakar gas baru.
Source: Republika March 21, 2026 11:38 UTC