(Anadolu)Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut. Tingginya angka korban demo Iran mencerminkan kerasnya tindakan aparat keamanan sejak protes pecah pada 28 Desember lalu, dipicu tekanan ekonomi dan inflasi yang memburuk. Seorang warga lanjut usia di wilayah barat laut Iran menggambarkan situasi mencekam sebelum kota-kota berubah sunyi akibat pengerahan militer. Baca juga : Kesaksian Berdarah Demo Iran, Aparat Menembaki Kami dengan Tangan KosongMeski media pemerintah mengklaim situasi telah kembali terkendali, laporan kekerasan sporadis masih muncul. Namun, tindakan keras aparat dinilai sementara berhasil meredam gelombang protes krisis Iran.
Source: Media Indonesia January 17, 2026 15:35 UTC