TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan menonton YouTube tentang radikalisme dan terorisme lebih berbahaya dibanding menonton pornografi. "Menonton YouTube tentang pornografi lebih ringan daripada terorisme. Menurut dia, orang yang menonton pornografi cenderung akan merasa bersalah tapi tidak jika melihat materi terorisme. Ada kecenderungan individu yang menyaksikan materi terorisme akan teracuni pikirannya sehingga membenarkan tindakan membunuh untuk menghapus dosa. "Setelah menonton materi terorisme, dia keluar dari rumah membunuh dan dibunuh maka dosanya dimaafkan, masuk surga.
Source: Koran Tempo May 03, 2017 07:07 UTC