Analis keuangan Ariston Tjendra mengatakan, potensi pelemahan mata uang Garuda seiring dengan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketegangan geopolitik global. “Ketegangan geopolitik di Rusia dan Ukraina yang mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko,” kata Ariston kepada JawaPos.com, Rabu (26/1). Selain iu, tekanan lainnya yang mempengaruhi pelemahan rupiah adalah keputusan Bank Sentral AS yang akan diumumkan pada Kamis dini hari mendatang. Sebelumnya, kata Ariston, pelaku pasar memperkirakan kenaikan suku bunga acuan AS akan dimulai bulan Maret, dan bisa terjadi sebanyak 3 kali untuk menekan inflasi di AS yang sudah melampaui target. “Potensi pelemahan ke kisaran 14.370-14.380.
Source: Jawa Pos January 26, 2022 20:43 UTC