Wamanews.id, 21 Februari 2026 – Luka akibat bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 lalu rupanya belum benar-benar sembuh. Endapan lumpur tebal yang terbawa saat banjir bandang kini telah mengering seiring bergantinya cuaca. “Lonjakan kasus ini diduga kuat dipicu oleh tingginya partikel debu dari endapan lumpur yang mengering pascabencana banjir bandang. Banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 memang menyisakan kehancuran infrastruktur yang masif. Saat itu, banjir bandang tidak hanya melumpuhkan ekonomi, tetapi juga mengubah bentang alam dan kualitas lingkungan hidup secara drastis.
Source: Republika February 21, 2026 10:03 UTC