Menurut Dewan Kepolisian Nasional Inggris, laporan mengenai kejahatan kebencian di Inggris meningkat pasca-referendum Uni Eropa sebanyak 57 persen. Kejahatan ini terjadi hampir di semua kota di Inggris dan mayoritas penduduknya memilih meninggalkan Uni Eropa saat referendum. Polisi tengah memeriksa CCTV yang ada di sekitar toko guna melacak tersangka yang melempar bom bensin di toko tersebut. Ledakan ini diduga merupakan bentuk kejahatan kebencian agama dan rasial yang meningkat pasca-referendum Uni Eropa. Telah terjadi gelombang besar pelecehan rasial di Inggris dan sebuah akun grup Facebook bernama Worrying Signs mendedikasikan lamannya untuk mendokumentasikan kejahatan xenophobia ini.
Source: Koran Tempo June 30, 2016 00:11 UTC