REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui selama ini kartu perdana menjadi salah satu yang mendominasi transaksi penjualan. Untuk kartu perdana, kata dia, setidaknya setiap outlet mampu melakukan registrasi sampai ribuan kartu perdana sehingga jika diakumulasi dalam pendapatan usaha seluler memang jumlahnya besar. Dengan penjualan kartu perdana, diakuinya, pedagang seluler mampu menunjang operasional usaha, termasuk menggaji karyawan sehingga menjadi salah satu tulang punggung dalam bisnis seluler. Menurut dia, trennya penjualan di gerai seluler sekarang ini memang pada kartu perdana, terutama paket data internet, seperti sebelumnya kecenderungannya pada kartu perdana untuk pulsa. "Makanya, kami keberatan dengan adanya pembatasan registrasi kartu perdana untuk setiap pemegang Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) hanya bisa maksimal tiga kali registrasi," katanya.
Source: Republika December 04, 2017 23:03 UTC