Kampanye Pemilu, Mengapa Dangdut Bukan Jazz? - News Summed Up

Kampanye Pemilu, Mengapa Dangdut Bukan Jazz?


Untuk perhelatan semacam kampanye politik di Indonesia, genre musik yang dianggap paling efektif dalam pengumpulan masa adalah musik dangdut. Semua partai politik, calon legislatif, hingga calon kepala daerah dan calon presiden menggunakan musik dangdut sebagai sarana untuk menunjang kampanye mereka. Mengapa Dangdut, bukan Jazz misalnya. Logikanya sederhana, apabila kita dilahirkan di lingkungan yang faktanya hampir selalu di dominasi oleh musik dangdut maka harmoni yang tertanam secara tidak sadar (unconsious) dalam benak kita adalah dangdut, sedangkan harmoni di luar dangdut terasa menjadi asing bagi kita. Coba kalau kita dilahirkan di New Orleans Amerika Serikat atau setidak-tidaknya di lingkungan yang kerap memperdengarkan muski Jazz, maka harmoni musik yang kita miliki cenderung harmoni jazz, sehingga harmoni musik dangdut bisa jadi menjadi asing bagi kita.


Source: Koran Tempo April 30, 2023 04:24 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */