REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membantah Teheran tengah berunding dengan Amerika Serikat. Ia menyebut kabar tersebut sebagai 'berita palsu' untuk memanipulasi pasar minyak dan finansial. Ghalibaf menambahkan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang penuh sehingga menimbulkan penyesalan bagi para agresor. Adapun sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan. Hal tersebut, lanjut Tump, adalah karena dialog dengan Teheran selama dua hari belakangan berlangsung "sangat baik dan produktif".
Source: Republika March 24, 2026 12:41 UTC