Berdasarkan keterangan sementara dari lima tersangka yang berperan sebagai produsen, ternyata mereka kerap kali menggunakan botol bekas untuk mengemas vaksin palsu. "Botol dari keterangan sementara ada yang limbah. Termasuk dari penggunaan botol bekas untuk vaksin. Kita belum ada keterangan ada botol baru," kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Irjen Ari Dono Sukmanto di Polda Metro Jaya usai gelar pasulan Operasi Ramadniya, Kamis (30/6). Ia pun berharap, masyarakat lebih teliti dalam memilih vaksin untuk anak mereka.
Source: Jawa Pos June 29, 2016 20:15 UTC