Wakil Ketua KPK Laode M Syarif bersama anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri), memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019. TEMPO/Imam SukamtoTEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif blak-blakan mengungkap bahwa selama ini lembaganya merasa tak dihargai oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Alasannya, kata Syarif, banyak rekomendasi KPK yang tidak dijalankan alias diabaikan begitu saja oleh DPR. Namun, kata dia, DPR sebagai lembaga pengawas juga kerap mengabaikan rekomendasi KPK. Syarif mencontohkan, KPK sudah memberitahu DPR bahwa ada lebih dari 10 ribu izin tambang di Indonesia, dimana 60 persen dari izin tersebut ilegal.
Source: Koran Tempo November 27, 2019 06:22 UTC