TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok wanita Tunisia menuntut poligami diberlakukan di negara itu sebagai solusi bagi tingginya jumlah wanita yang belum menikah atau dijuluki wanita jomblo, urutan teratas di Afrika Utara dan nomor 4 di negara-negara Arab. Presiden Forum Kebebasan dan Kewarganegaraan, Fathi Al-Zghal mengumumkan tentang protes kaum wanita yang ingin poligami diberlakukan kepada media. Menurutnya, aksi protes kaum perempuan itu bersifat sponta dan berangkat dari advokasi untuk menyelesaikan masalah tentang perawan tua di Tunisia. Dia menjamin bahwa aksi protes kaum perempuan itu tidak terkait dengan partai politik atau asosiasi tertentu. Berdasarkan data National Office for Family and Population Tunisia, jumlah wanita jomblo meningkat lebih dari 2,25 juta dari total 4, 9 perempuan di negara itu.
Source: Koran Tempo January 31, 2019 00:00 UTC