Mereka direkrut dan dilatih menjadi pasukan andal yang diberi nama Inkisyariyah (Janissari). Setelah dewasa, mereka menjalani pendidikan militer di sekolah terbaik (Acemi Oglan) khusus, dibagi sesuai bakat keilmuannya. Ada yang ahli strategi perang, pemanah, artileri, ahli senapan, hingga insinyur, seniman, dan ulama. Lantaran tidak ada pemaksaan untuk memeluk agama Islam, pasukan ini kemudian menjadi sangat loyal. Kelompok Barat menggambarkan kalau anak laki-laki ini diculik dan dirampas dari keluarga-keluarga mereka untuk dijadikan pasukan berani mati.
Source: Republika February 05, 2022 20:01 UTC