REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant menyerang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan menyebutnya sebagai pembohong. Hal ini karena Netanyahu menerbitkan dokumen yang berisi pembenaran atas kegagalan yang terjadi sebelum serangan 7 Oktober 2023, yang menurut banyak pihak di Israel merupakan kegagalan keamanan, intelijen, militer, dan politik belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut media Ibrani, Perdana Menteri kembali mengelak dari tanggung jawab atas kegagalan tersebut, dengan menyalahkan militer dan pemerintahan sebelumnya. Hal ini sambil menampilkan dirinya—sebaliknya—sebagai orang yang mendorong pembunuhan para pemimpin gerakan tersebut dan bersiap untuk opsi yang lebih luas di Jalur Gaza. Menanggapi pembenaran tersebut, Galant mengatakan dalam wawancara dengan saluran televisi swasta Israel Channel 12 pada Sabtu lalu.
Source: Republika February 08, 2026 14:12 UTC