Hal itu merupakan tanggapan Ridwan atas tudingan komunitas LGBT Intersex dan Queer yang menilai Wali Kota Bandung itu diskriminatif. Emil--panggilan akrab Ridwan, mengatakan ketika dia bersinggungan dengan masalah LGBT, khususnya terkait pandangan pribadinya, selalu ditafsir lain dan seolah-olah mendukung komunitas LGBT. Ketika Ridwan mengatakan urusan LGBT itu urusan personal individu masing-masing, maka Ridwan disangka pro LGBT, padahal tidak demikian. Emil pun menganggap isu tentag LGBT yang dikaitkan dengan dirinya memang cukup berbau kampanye hitam oleh oknum yang tidak menyukai Ridwan. Baca juga: Ridwan Kamil: Kampanye Hitam Beralih ke WhatsAppSebelumnya seperti diberitakan Tempo pada 27 Januari 2016, Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) Intersex dan Queer Indonesia menggugat pernyataan beberapa pejabat negara, salah satunya adalah Ridwan Kamil, soal komunitas tersebut.
Source: Koran Tempo February 16, 2018 13:07 UTC