GAZA – Tiga mahasiswa asal Indonesia menolak dievakuasi dari Jalur Gaza. Mereka memilih bertahan menjadi relawan, melanjutkan tugas kemanusiaan, menolong warga Palestina, di tengah serangan brutal militer Israel. Sebab ayahnya juga pernah menjadi relawan MER-C, bahkan mengepalai pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Beit Lahia, Gaza utara. Karena Abi juga menjadi relawan MER-C dan kepala pembangunan RSI, dan sudah pernah berada di Gaza pada 2012 sampai 2020, tentunya datang-dan-pergi,” ungkapnya. Selain relawan, ketiganya adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Gaza.
Source: Koran Tempo November 05, 2023 05:06 UTC