Ibrahim menerangkan, pelemahan rupiah sebelumnya dipicu persoalan perang dagang Amerika Serikat. “Sehingga dalam pekan depan rupiah kemungkinan bisa menuju level Rp 17.000-an per dolar AS,” lanjutnya. Dengan ekspektasi tersebut, Ibrahim menilai Bank Indonesia (BI) perlu mengantisipasi potensi pelemahan rupiah pada pekan depan. Melalui intervensi bank sentral, pelemahan rupiah diharapkan tidak terlalu dalam. Diketahui, posisi rupiah tercatat melemah sebesar 28 poin atau 0,17 persen ke level Rp 16.793 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (27/2/2026).
Source: Republika February 28, 2026 14:19 UTC