Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor migas dari kawasan tersebut pada Januari 2026 masih berjalan normal. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan sejauh ini belum ada indikasi gangguan pada arus impor migas. Namun, data Januari masih menunjukkan impor migas berjalan,” kata Ateng dalam Taklimat Media di Kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026). Pada Januari 2026, impor migas dari Arab Saudi tercatat sebesar 267,4 juta dolar AS atau menyumbang 8,44 persen dari total impor migas nasional. Artinya, secara struktur, ketergantungan langsung Indonesia terhadap impor migas dari Iran tidak signifikan.
Source: Republika March 02, 2026 14:38 UTC