REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Faktor etnis dan sosial ekonomi tampaknya berkontribusi terhadap tingkat kematian akibat infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Dalam studi terbaru, lebih dari 17 juta data pasien di Inggris dianalisis untuk faktor risiko yang berkontribusi terhadap kematian terkait penyakit ini. Secara keseluruhan, risiko kematian 90 hari setelah dimulainya penelitian angkanya kurang dari 0,01 persen pada mereka berusia antara 18 hingga 39 tahun. Studi juga menemukan asma yang parah menjadi faktor risiko tinggi, meskipun penelitian sebelumnya tidak melihat angka kematian yang tinggi pada penderita asma. Para peneliti menemukan bahwa merokok tidak menempatkan seseorang pada risiko kematian yang lebih tinggi, kecuali mereka memiliki komorbiditas akibat kebiasaan buruk konsumsi produk mengandung nikotin tersebut.
Source: Republika July 22, 2020 17:37 UTC