REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil pada level 2,4 persen secara tahunan pada Februari 2026. Data tersebut memicu sikap wait and see di pasar aset berisiko, termasuk kripto, karena investor mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. “Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4 persen sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed,” kata Antony, Sabtu (14/4/2026). Selain faktor inflasi, investor juga mencermati dinamika geopolitik dan harga energi global.
Source: Republika March 14, 2026 15:19 UTC