REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak konsolidasi dengan rentang support di level 9.000 dan resistance di 9.200 pada 19–23 Januari 2026. “Data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember (2025) juga perlu dicermati untuk membaca kekuatan konsumsi domestik dan kondisi pasar tenaga kerja,” ujar Imam. Penjualan ritel Indonesia pada November 2025 tumbuh 6,3 persen (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024. Secara bulanan, penjualan ritel meningkat 1,5 persen, menjadi laju tertinggi dalam delapan bulan terakhir,” ujar Imam. Outstanding pertumbuhan pinjaman yuan bertahan di level 6,4 persen (yoy), terendah sepanjang sejarah, meskipun money supply M2 meningkat 8,5 persen (yoy) ke level tertinggi.
Source: Republika January 19, 2026 14:37 UTC