REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Di selatan Lebanon, tank-tank tidak lagi melaju seperti biasa, seolah-olah mereka adalah penentu akhir di medan perang. Raksasa baja yang dulu memaksakan kekuasaannya dengan kekuatan meriam dan ketebalan lapis bajanya, kini bergerak dengan perlahan dan terukur, atau terkadang berhenti dan bersembunyi di sisi. Drone-drone ini telah menjadikan pergerakan kendaraan dan tank sebagai risiko hampir setiap hari, hingga seorang komandan tank Ukraina mengatakan kepada agensi tersebut bahwa tank Ukraina dan Rusia tidak lagi berani memasuki ke lapangan terbuka karena akan menghadapi hujan drone, dan tank model "T-72" akhirnya hanya berani bersembunyi dan digunakan secara efektif sebagai artileri statis. Drone FPV bergantung pada operator, yang melihat tangkapan kamera yang terpasang di bagian depannya secara real-time, seolah-olah ia duduk di dalamnya atau bermain game elektronik. Hal ini memberinya kemampuan manuver dan akurasi yang tinggi, baik dalam pengintaian maupun dalam melancarkan serangan langsung ke sasaran tertentu.
Source: Republika April 02, 2026 16:43 UTC