Mereka berfoto selfie dengan latar korban korban penganiayaan masih bersimbah darah yang akhirnya meninggal dunia. Satu korban yang sedang ditangani HT dan S. Dua orang yang lain, T dan E membelakangi mereka. Foto tersebut kemudian cepat menyebar di medsos. Sedangkan perempuan di sebelahnya merupakan seorang bidan berinisial E. Sudiyo memastikan, kejadian tersebut tidak akan terulang. Dalam suratnya, dia menjelaskan tindakan perawat di puskesmas itu spontanitas.
Source: Jawa Pos May 14, 2017 07:30 UTC