Jika Houthi merealisasikan rencana penutupan Selat Bab al-Mandeb, harga minyak dunia akan semakin tinggi. “Kalau Selat Bab al-Mandeb sampai ditutup juga, sudah pasti nanti ada risiko harga minyak melonjak ke level di atas 130 dolar AS per barel. Kalau Selat Hormuz mengganggu 20 persen pasokan minyak dunia, Selat Bab al-Mandeb bisa lebih besar lagi sekitar 30–44 persen minyak global,” ungkap Abra saat dihubungi Republika, Senin (30/3/2026). Nilai tukar rupiah diprediksi juga makin tertekan jika harga minyak mentah, bahkan harga barang impor lain, mengalami lonjakan. Kondisi terburuk versi pemerintah adalah ketika rata-rata harga minyak mentah pada tahun ini sebesar 115 dolar AS per barel dan nilai tukar rupiah Rp 17.500 per dolar AS.
Source: Republika March 30, 2026 16:28 UTC