TEMPO.CO, Pontianak - Polda Kalimantan Barat membantah kabar adanya warga keturunan Tionghoa yang dipukuli massa di Pontianak, Jumat 4 November 2016. Di media sosial dan grup Whatsapp beredar kabar terjadi bentrokan antarwarga di wilayah Pontianak Timur, Jumat 4 November 2016 menjelang dini hari. Aksi di Kota Pontianak digelar oleh Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat di halaman Masjid Raya Mujahidin. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polisi lantas melakukan pengawalan ketat di sepanjang Jalan Gajahmada dan Jalan Tanjungpura. Akibat aksi ini, pusat warung-warung kopi di sepanjang Jalan Gajahmada, Pontianak, yang biasanya ramai mendadak sepi.
Source: Koran Tempo November 05, 2016 00:41 UTC