Penutupan toko ini dilakukan saat terjadi protes besar-besaran di seluruh AS menyusul kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas setelah ditahan polisi. Dalam surat terbuka, CEO H&M Group, Helena Helmersson, kemudian menyuarakan dukungan perusahaan untuk komunitas kulit hitam. "Pembunuhan terhadap Ahmaud Arbery, Tony McDade, Breonna Taylor, George Floyd, dan lebih banyak anggota Black Community di AS membuat kami hancur dan sedih. George Floyd (46) meninggal di Minneapolis karena kehabisan napas setelah Derek Chauvin, perwira polisi kulit putih meletakkan lututnya di leher pria yang diborgol itu. Kematian George Floyd telah memicu kemarahan di seluruh Amerika.
Source: Kompas June 04, 2020 08:03 UTC