REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan, Bisman Bakhtiar, menilai batu bara masih memegang peran penting dalam sistem energi global meski banyak negara mendorong percepatan transisi menuju energi bersih. Dalam situasi krisis, batu bara sering berfungsi sebagai penyangga pasokan energi primer,” kata Bisman dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. Pengamat energi Iwa Garniwa menyampaikan penggunaan batu bara di sejumlah negara kembali meningkat ketika terjadi gangguan pasokan energi global atau lonjakan harga minyak dan gas. China, misalnya, meningkatkan impor batu bara hingga sekitar 500 juta ton pada 2024 untuk mengamankan pasokan energi domestik,” ujar Iwa. “Batu bara masih bisa menjadi primadona walau banyak negara, termasuk Indonesia, mulai membatasi pembangunan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara.
Source: Republika March 21, 2026 14:01 UTC