"Dari total Rp 16 triliun pendapatan game di Indonesia, game lokal hanya mampu menyumbang 0,2 persen dari total tersebut. Diana melanjutkan, hal ini dikarenakan developer game lokal Indonesia saat ini baru bisa mengembangkan game casual atau indie. Diana tak menampik bahwa salah satu kendala utama yang dialami oleh developer game lokal ialah masalah biaya. Makanya, Diana meminta pemerintah untuk ikut serta mendorong kemajuan developer game lokal, misalnya dalam hal penggalangan dana hingga promosi. "Sayangnya, orang Indonesia lebih memilih menjadi pemain game profesional maupun memilih menjadi penyelenggara turnamen game, ketimbang menjadi developer game lokalnya sendiri," ujar Diana.
Source: Koran Tempo November 04, 2019 00:29 UTC