REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Facebook telah mengaktifkan pemeriksa keamanan mereka setelah peristiwa serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Istanbul, Turki, Selasa malam (28/6). Kali ini Facebook mengaktifkan kembali servis tersebut setelah peristiwa di Ankara, Turki. Facebook telah mengaktifkan pemeriksa keamanan semenjak peristiwa teror di Paris dan Brussels, serta Orlando Night Club pada bulan ini. Karena kejadian tersebut, Facebook meminta maaf atas kesalahan sistem yang terjadi. Serangan yang terjadi di Turki menewaskan 41 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Source: Republika July 02, 2016 01:30 UTC