Namun, sebelum dipilihnya Fadel sebagai pimpinan MPR dari DPD, terjadi drama perebutan posisi calon pimpinan MPR antara GKR Hemas dan Jimly Asshiddiqie. Dalam memilih calon pimpinan MPR, DPD terlebih dahulu memilih satu senator yang mewakili Sub-Wilayah Timur I, Sub-Wilayah Timur II, Sub-Wilayah Barat I, dan Sub-Wilayah Barat II. Namun, GKR Hemas dan Jimly berada dalam satu sub-wilayah meski keduanya juga ingin maju sebagai calon pimpinan MPR dari DPD. Alasan Jimly, GKR Hemas pernah dianggap melanggar kode etik yang berada dalam tata tertib DPD. Namun, ia akhirnya menerima ajakan tersebut dan foto bersama dengan calon pimpinan MPR dari unsur DPD lainnya.
Source: Republika October 04, 2019 00:33 UTC