REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengungkapkan kekhawatiran, Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump tak mengutamakan kemaslahatan rakyat Palestina. Mantan dubes RI untuk AS itu mengaku khawatir akan adanya kepentingan bisnis dari aktor-aktor luar yang sebenarnya tidak peduli dengan Palestina di Dewan Perdamaian Gaza. Dino pun mempertanyakan soal komitmen Dewan Perdamaian akan benar-benar bekerja demi mewujudkan solusi dua negara antara Palestina dan Israel. Mantan wakil menteri luar negeri (Wamenlu) RI itu mendorong Indonesia untuk menegaskan bagaimana langkah penyelesaian masalah di Dewan Perdamaian Gaza. Dia juga meminta jaminan supaya Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump tidak menyaingi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Source: Republika January 23, 2026 13:30 UTC