JawaPos.com – Indonesian Corruption Watch (ICW) menyebut Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) lamban dalam memproses dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri. Menanggapi pernyataan ini, anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris menegaskan, pihaknya bekerja secara profesional dan tidak berdasarkan dorongan pihak luar. “Jika ada pihak yang menilai Dewas bekerja lambat dalam menangani laporan dugaan pelanggaran etik, ya silakan saja. Sebelumnya, ICW menilai Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) lamban memproses dugaan pelanggaran kode etik Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. ICW menduga,tindakan Firli yang menggunakan helikopter mewah dalam perjalanan dari Baturaja menuju Palembang, Sumatera Selatan merupakan pelanggaran etik.
Source: Jawa Pos August 06, 2020 09:18 UTC