REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan Indonesia perlu memperkuat cadangan energi di tengah konflik serangan drone oleh Ukraina yang menyebabkan terbakarnya depot minyak di Kota Penza, Rusia. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai kebakaran tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dalam jangka pendek, yang pada akhirnya memicu kenaikan biaya impor energi bagi Indonesia. Selain itu, kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi, mengingat komponen transportasi dan energi menyumbang sekitar 15–20 persen dalam keranjang inflasi nasional. Dari sisi fiskal, subsidi dan kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai masih sensitif terhadap pergerakan harga minyak. "Oleh karena itu, kebijakan yang disarankan adalah penguatan cadangan energi, pengelolaan subsidi yang lebih tepat sasaran, serta percepatan diversifikasi energi guna mengurangi kerentanan ekonomi Indonesia terhadap gejolak geopolitik energi ke depan," tutur Rizal.
Source: Republika January 24, 2026 10:49 UTC