Sabtu, 05 November 2016 | 00:35 WIBKapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan duduk di atas mobil water canon di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, usai ricuh demonstrasi 4 November 2016. Tempo/Egi AdyatamaTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan membantah kabar bahwa ada pengunjuk rasa 4 November yang tertembak. Massa dan polisi terlibat saling dorong dan saling lempar sejak selepas salat magrib. Ia meminta pada masyarakat agar tidak menyebarkan kabar miring pasca bentrokan antara polisi dengan peserta unjuk rasa Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara. Unjuk rasa yang terjadi di depan Istana ini dihadiri oleh ratusan ribu orang dari berbagai daerah.
Source: Koran Tempo November 04, 2016 17:42 UTC