REUTERS/Erik De CastroTEMPO.CO, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengingatkan perusahaan-perusahaan tambang untuk sungguh-sungguh mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku atau menutup perusahaannya. Danto Bravo, sebagai Presiden Global Ferronickel Holding—perusahaan tambang nikel kedua terbesar di Filipina, mengatakan perlakuan tidak adil dikenakan kepada perusahaan tambang. Sejauh ini, Filipina telah menutup pengoperasian tujuh tambang nikel lokal setelah dianggap gagal mematuhi peraturan tentang lingkungan. Beberapa minggu sebelum dilantik sebagai presiden pada 30 Juni lalu, Duterte mengatakan akan menghentikan perusakan terhadap lahan. Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Regina Lopez mulai melakukan audit untuk semua area pertambangan pada 8 Juli lalu.
Source: Koran Tempo August 02, 2016 11:48 UTC