Hal ini membuat banyak properti di Jakarta sulit terjual, ditambah lagi dengan kondisi perekonomian setelah pemilihan umum yang belum membaik membuat banyak investor bertahan dan menunggu waktu yang tepat untuk membeli properti. Lenny mencontohkan harga rumah mewah di Kemang sudah sama dengan di Kebayoran Baru, padahal dari segi lokasi tidak memungkinkan untuk terjual. Padahal, pasar properti sama seperti ekonomi mempunyai siklus pasar, ini sering kali diabaikan oleh investor," katanya, beberapa waktu lalu. Ali juga mengatakan bahwa kondisi pasar harga properti yang sudah ketinggian malah bisa menekan likuiditas pasar properti sehingga harga properti mau tidak mau harus terkoreksi kalau ingin bisa terjual. Dengan kondisi seperti ini, untuk 2020, kata Lenny, pasar properti residensial yang masih akan bergerak tetap di segmen menengah ke bawah karena jika pengembang nekat untuk menjual yang kelas atas sulit terjual.
Source: Koran Tempo January 08, 2020 09:33 UTC