REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kementerian Luar Negeri Cina membantah bahwa diplomat Amerika Serikat (AS) di negara itu telah diminta untuk melakukan tes usap lewat anal untuk Covid-19. Media AS Vice pada Rabu (24/2) mengutip seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang mengatakan bahwa tes usap anal itu salah. Dokter penyakit pernapasan di Beijing, Li Tongzeng, menyatakan tes menggunakan usap anal dapat menghindari infeksi yang hilang karena jejak virus. Dengan sampel feses atau usap anal dapat tetap terdeteksi untuk waktu yang lebih lama daripada pada saluran pernapasan. Tes feses juga mungkin lebih efektif dalam menemukan infeksi pada anak-anak dan bayi karena limbah membawa organisme yang lebih tinggi daripada orang dewasa.
Source: Republika February 25, 2021 11:26 UTC