Logo TikTok terlihat di smartphone di depan logo ByteDance yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 27 November 2019. [REUTERS / Dado Ruvic / Illustration / File Photo]TEMPO.CO, Jakarta - ByteDance, raksasa internet di Cina, akhirnya buka suara terkait nasib anak perusahaannya, TikTok, di Amerika Serikat. Seperti diketahui, tekanan memuncak untuk TikTok lewat perintah eksekutif Presiden Donald Trump agar TikTok hengkang dari Amerika jika hingga 15 September mendatang tak terjadi kesepakatan divestasi yang membuatnya menjadi perusahaan Amerika. ByteDance menyebut kalau TikTok mengalami ancaman dari Amerika Serikat dan tekanan dari rivalnya, Facebook. Tuduhan plagiat oleh ByteDance terhadap Facebook, menurut analis pasar internet di Beijing, Zhang Xiaorong, memiliki dua aspek.
Source: Koran Tempo August 06, 2020 10:18 UTC