Pada kuartal I 2022, bank berlogo pita emas itu menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 209,8 triliun atau 24,9 persen dari total kredit. Baca juga: Pertamina Klaim Telah Lakukan Pengeboran 350 Sumur Migas di Blok RokanDia berharap perseroan dapat menjadi pemimpin pasar pembiayaan berkelanjutan di Indonesia. Untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) di 2030 dan Net Zero Emission (NZE) di 2060, kebutuhan pembiayaan hijau mencapai USD 281 miliar atau sekitar Rp 4.206,570 triliun. Melalui penyusunan skema pembiayaan hijau kepada perusahaan yang memiliki timeline transisi lower carbon emission sesuai Roadmap Transisi Energi Nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan ekosistem pembiayaan hijau sesuai best practices dan mendukung transisi energi yang affordable bagi sektor riil, institusi keuangan, serta investor.
Source: Jawa Pos July 21, 2022 01:57 UTC